Tuesday, 8 February 2011

Tahun Baru 2011 di Thailand Selatan Membunuh Dua Anggota Unit Pemusnahan Bom


by Patani Fakta Dan Opini on Thursday, 06 January 2011 at 00:44
 
Sebuah bom menewaskan dua polis dan melukai empat petugas lainnya Sabtu dalam kekerasan-di provinsi Narathiwat Selatan Thailand.
Bom itu meledak di sebuah pasar terbuka yang ramai di distrik Sungaipadi dari Narathiwat, sementara polis berusaha menjinakkan perangkat, kata polis.

Empat warga sipil juga terluka oleh ledakan, diyakini telah diledakkan oleh sebuah ponsel, kata wakil komandan unit wilayah selatan Letnan Jenderal Suprukchai Anekwiang.

“Para Pejuang Pembebasan Melayu Patani telah mengancam untuk melakukan tindak kekerasan selama musim Tahun Baru jadi kami telah waspada tinggi,” kata Suprukcahi. “Tapi Anda harus memahami bahwa lebih mudah bagi mereka untuk menyerang daripada bagi kita untuk mencegah mereka melakukannya.”

Kabinet pada hari Selasa dicabut undang-undang darurat di distrik Mae Lan provinsi Pattani, bagian dari wilayah mayoritas Muslim yang mendalam Selatan, di mana kekerasan telah menelan lebih dari 4.000 orang selama tujuh tahun terakhir.

Pencabutan keputusan di distrik Mae Lan kota Pattani sebelah, dimana stabiliti telah dipulihkan, dipandang sebagai batu ujian terhadap pencabutan keputusan di seluruh kawasan, yang mencakup Narathiwat, Pattani dan provinsi Yala. Keputusan ini akan digantikan oleh Internal Security Act yang  kurang keras, katanya.

Selatan Thailand telah menjadi tempat kekerasan terus-menerus sejak Januari 2004 ketika Pejuang menyerbu sebuah depot tentara senjata di Pattani dan merebut 300 senapan.

Hal ini didorong oleh rasa keterasingan agama, budaya dan etnis dari negara Thailand yang didominasi Buddha oleh penduduk setempat, yang memiliki lebih banyak kesamaan dengan negara tetangga Malaysia.

Selama tujuh tahun terakhir, 4.122 warga Thailand tewas dalam 7.439 tindak kekerasan, yang 5.688 masih belum terpecahkan, kata tentara Khusus Intelligence Unit di Pattani .

Keputusan darurat, diberlakukan di akhir 2004, digunakan oleh pihak berwenang wewenang khusus untuk melakukan penahanan tanpa tuduhan, menahan tersangka selama berminggu-minggu dan kekebalan dari penuntutan.

Wilayah 2 juta jiwa adalah kesultanan Islam yang merdeka sampai ditaklukkan oleh Bangkok sekitar 200 tahun yang lalu. Etnis Muslim Melayu tidak pernah sepenuhnya diserahkan kepada pemerintahan oleh pemerintah pusat.

Sumber dari: http://syariftambakoso.wordpress.com/
· · Share

Patani, Negeri Darussalam yang Terjajah


by Patani Fakta Dan Opini on Thursday, 06 January 2011 at 01:34
 
 
Oleh: Mr. Kurtubee Dakeh
Penulis adalah mahasiswa jurusan Administrasi Negara, Alih bahasa ke Bahasa Indonesia oleh Fikri Fauzan Hasan

Patani termasuk di antara tiga negeri Melayu yang menggunakan gelar “Darussalam” di belakang namanya. Dua negeri Melayu lain yang menggunakan gelar ini adalah Aceh dan Brunei. Ketiga negeri darussalam ini ditakdirkan memiliki sejarah dan perjalanan politik yang sangat jauh berbeda.
Brunei Darussalam merdeka sebagai sebuah negara yang kaya dan mewah. Sedangkan Aceh, meski gagal mendapatkan kemerdekaannya sendiri seperti yang pernah diperjuangkan rakyatnya, namun ia tetap di bawah kekuasaan negeri serumpun: Indonesia. Selain itu, Nangroe Aceh Darussalam memperoleh keistimewaan dengan menikmati beberapa kekuasaan dan hak-hak khusus, lebih daripada wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Di antara keluarga Darussalam ini, hanya Patani yang bernasib malang. Ia harus rela dikuasai oleh bangsa Thai yang asing dan di luar rumpun Melayunya. Patani Darussalam juga tidak mendapat otonomi maupun status istimewa dalam bidang-bidang yang menjadi haknya, seperti masalah kehidupan beragama atau pun soal penggunaan bahasa dan adat resmi Melayu. Ya, seluruh sistem yang berlaku di Patani memang berpusat di Bangkok.

Ironisnya, istilah Darussalam bermakna “Negeri yang Aman”, “Negeri Keselamatan”, atau “Negeri yang Sejahtera”. Tidak diketahui pasti, siapa yang memberi gelar ini kepada Patani. Namun, yang jelas, nama ini sudah dipakai sejak lama. Nama ini pun tersebut pula dalam Hikayat Patani, seperti yang disebutkan dalam naskah karangan Prof. A. Teeuw dan D. K. Wyatt (Martinus Nijhoff: 1970).

Hanya Allah yang mengetahui, apakah hikmah dan rahasia di balik nasib Patani yang seperti ini. Hampir tidak pernah ada yang menduga, jika negeri sebesar Patani –dengan kuasa dan peran uatamanya sebagai benteng penyekat ekspansi bangsa Siam—tiba-tiba menjadi korban dalam permjainan tawar menawar antara Inggris dan Siam pada awal abad kedua puluh dan pasca-Perang Dunia Kedua.

Rasanya, benarlah kata-kata seorang pedagang asal Patani yang mengatakan jika Patani layaknya seorang kakak yang terpaksa berkorban bagi menyelamatkan empat saudaranya. Keempat saudaranya yang terletak di kawasan selatan ini yaitu Kedah, Perlis, Klantan dan Trengganu. Selaku kakak yang letak geografisnya paling dekat dengan Siam, Patani telah mengorbankan dirinya sendiri demi melepaskan adik-adiknya dari cengkraman bangsa Siam.

Nasib baik rupanya tak memihak pada Patani. Saat berjuang membebaskan diri dari Siam, berkali-kali Patani kehilangan peruntungannya. Pada hakikatnya, bukan hanya Patani yang dikalahkan Siam. Kedah dan Klantan pun termasuk negeri yang kalah. Namun, di antara sekian banyak negeri Melayu yang takluk, hanya Patanilah yang paling tidak ingin dilepaskan oleh Siam.

Dalam perundingan antara Inggris dan Siam yang menghasilkan Perjanjian Bangkok 1909, kedaulatan Patani seakan tidak diacuhkan. Padahal, saat itu Inggris ingin membahas soal kedudukan Patani. Namun, wakil perunding Kerajaan Siam, Edward Strobell menjawab keras: “If that is to be the game, I think we had better abandon the negotiation at once. I am having sufficent difficulty with the king about Kedah, and I am not prepared to go further than the three state I originally named. There are considerable settlements of Siamese in setol, and it might not possible to include the state. As for Pattani it is out the question. As The Siamese Government will never concent to it’s session,”

Peluang untuk merdeka sempat terbuka pada tahun-tahun pertama selepas Perang Dunia Kedua, jika saja bangsa Siam –yang selama perang berlansung, memihak Jepang dan menentang sekutu— ikut dihukum karena kejahatan perang.

Sayangnya, hubungan diplomatik masih saja menguntungkan Siam. Saat itu, Inggris terpaksa harus melupakan tuntutannya pada Patani karena mendapat tekanan dari Amerika Serikat dan juga ditawari beras cuma-cuma oleh Siam. Selain itu, Inggris juga memang merasa harus terus menjaga hubungan baik dengan Siam terkait peristiwa darurat di tanah Melayu yang meletus tidak lama setelah perang dunia berakhir.

Maka, tinggallah Patani yang hidup dalam ketidak sejahteraan. Hanya ada kedzaliman, tanpa ada keadilan. Hingga kini, orang Patani masih tidak bisa menerima hakikat keberadaannya di bawah kekuasaan Siam, yang kini bernama Thailand. Justru, rakyat Patani masih merasa perlu berjuang untuk mendapat kemerdekaannya.

Harapan saya, semoga tulisan ini bisa menjadi informasi bagi seluruh civitas akademik di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sebuah informasi yang menyatakan jika di suatu tempat yang tak jauh dari kita, ada bangsa yang sedang berjuang memperoleh kemerdekaan atas jajahan Thailand.

Sumber dari: http://suakaonline.com/
Posted on January 2, 2011 by SUAKA

Melayu Patani 400 Tahun Silam


by Patani Fakta Dan Opini on Friday, 22 October 2010 at 00:22
 
 
Bagi sebagian umat, Patani (Selatan Thailand) mungkin hanya sebuah nostalgia negeri Melayu. Orang-orang yang memperhatikan peta Asia Tenggara sekarang akan mengetahui bahwa sebuah negeri Islam yang dulu berjaya kini telah hilang dan tinggal kenangan. Berbeda dengan nasib negeri lainnya seperti Bosnia, Kashmir, Chechnya atau Palestina yang tidak pernah sepi dari pemberitaan. Patani ditakdirkan telah menjadi sebuah negeri yang dilupakan orang, sepi dan tidak naik panggung. Namanya hanya terdapat pada peta dan dokumen lama saja.

Patani 400 Tahun Silam
Tidak pernah berfikir bagaimana bisa mengambarkan bentuk orang Melayu Patani pada zaman silam walaupun terdapat banyak buku-buku mengenai kehidupan orang Melayu Patani, sama ada yang berbahasa Melayu Malaysia atau Indonesia, bahasa Thai, Inggeris dan Perancis.

Dalam majalah Al-Islam Malaysia di tulis oleh Astora Jabat[1] menginvestigasi suatu koleksi ukiran pengembara terkenal Jerman ‘Theodore de Bry of Frankfurt’ yang mengambarkan sebuah ukiran mengenai adat orang Melayu Patani pada masa 400 tahun silam.
De Bry menghasilkan karya seninya di atas suatu jenis kepingan tembaga seketika mereka mengembara keseluruh penjuru dunia termasuk Patani pada abad ke-16. denga kesempatan ini De Bry bisa mengambarkan kehidupan orang Melayu Patani yang terukir dalam koleksi Petits Voyages (Perjalanan Kecil).

Terdapat salah satu antaranya ukiran itu, De Bry mengambarkan kedatangan orang Belanda ke Patani untuk membeli lada hitam dan lain-
lain daripada Raja Patani. De Bry tidak menyebut nama raja tersebut, tetapi terdapat suatu ukiran yang lain De Bry dapat mengambarkan satu ukiran yang terdapat seorang raja berupakan perempuan. Raja Patani mengutus penasihatnya yang dikenal sebagai ‘sabander’ (syahbandar) untuk menyambut kedatangan orang Belanda dan mereka dibawa dengan dua ekor gajah ke tengah kota Patani. Rombongan Raja Patani yang menyambut kedatangan orang Belanda itu berpakaian jubah dan berserban, tetapi tidak bersepatu.

Antara ukiran yang berjudul Elephant hunting in Patani, De Bry mengambarkan orang Melayu Patani dalam penangkapan gajah hutan. Para penangkap gajah ada yang berpakaian jubah dan serban, ada yang berpakaian celana tanpa kaus tetapi berserban. Ada juga yang berpakaian hanya tutup kemaluan, punggung dan separuh paha.

Dalam ukiran yang berjudul A procession of the quenn of Pastsni De Bry mengambarkan seorang raja perempuan dengan mengunakan seragam dalam perjalanan bersama dengan pengawai keamanan, bala tentera, dan hambanya (lihat gambar). Manakala pengawai keamanan, bala tentera serta hamba baginda ada yang berpakaian jubah dan serban, ada yang memakai celana dan baju serta bertopi besi.

Dalam ukiran terakhir Be Bry yang berjudul The penaltyof adultery in Patini. Terdapat dalam ukiran ini dengan bisa mengambarkan bahwa orang melayu Patani sedang melaksakan pesta pernikahan, dan bagi mereka melakuan perzinaan dianggap haram dan dihukum bunuh bagi pihak tertuduh oleh keluarga mereka sendiri.

[1] Al-Islam, Desember 2004/Syawal 1425, KDN.P.P.2194/9/2005, Tahun Ke-13 Bil:372, hlm.16.
· · Share

OIC atau Organizazion Of The Islamis Confrence adakah dapat menyelesaikan 'Penderitaan Umat Islam


by Patani Fakta Dan Opini on Monday, 10 January 2011 at 18:16
 
 
Abuyon Artikel,  Kudung BaniJawi, Ana Muhasabah, Obenk Mulyadi, Om Dm, Mien Vana's, Afthol Ibnee dan Nasi Kerabu menyukai ini

Pandangan dan tanggapan oleh
  • Duhai Bonda tidak boleh
  • Azim Saleh Allah SWT je yang boleh selesaikan masalah... tumpu je pada DIA...Insya-Allah
  • Singleman As Sesungguh Allah tidak mengubah nasib satu kaum sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri...
  • Hamidon Ahmed ooo i see
  • Abdullah Muhamad Ada tak org yg hendak cabar perjajian tahun 1909 di mahkamah dunia, setia dan sedia membantu.
  • Ahmad A. Rahman jangan harap.....o i see
  • Rakyat Derita Aminah Awang oh i see..
  • Indra Pertiwi mrk hanya blh kata ..Oh! I See saja yahhh x pandai buat apa2...
Memorandum OIC Pada 01 Oktober 2010 di Kuala Lumpur,  Dampak Penderitaan Umat Islam Bangsa
Melayu Patani.
Keterbukaan secara langsung oleh badan OIC dalam kasus konflik di Patani Selatan Thailand setelah 6 tahun cetus revolusi bersenjata  pada awal tahun 2004, boleh dikatakan buat pertamakali badan OIC membahas pergolokan  yang telah mengurban jiwa empat ribuan orang dengan secara terbuka di Kuala Lumpur pada 01 Oktober  2010 baru-baru ini.

Sebelumnya perlu kita memahami piagam-piagam OIC yang mencakupinya:
٭    Memupuk perpaduan di kalangan negara anggota;
٭    Menyelaras kerjasama di kalangan negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, saintifik dan pelbagai bidang lain yang dianggap penting serta mengatur perundingan di kalangan mereka dalam pertubuhan antarabangsa;
٭    Berusaha menghapuskan perbezaan kaum, penindasan dan penjajahan dalam sebarang bentuk;
٭    Mengambil langkah perlu bagi menyokong usaha kearah melahirkan keamanan dan keselamatan berasaskan keadilan;
٭    Meningkatkan perjuangan umat Islam bagi memelihara maruah, kemerdekaan dan hak mereka; dan
٭    Mewujudkan suasana yang mendorong lahirnya kerjasama dan kesefahaman di kalangan negara anggota dan dengan negara lain.

Dengan ini, OIC adakah dapat menyelesaikan 'Penderitaan Umat Islam Melayu Patani'..? menurut pandangan Duhai Bonda degan jawapannya tidak boleh. Mungkin maksud Dubai Bonda dari aspek super power atau kekuasaan oleh badan OIC atau mungkin juga kurang kepercayaan dari OIC dalam menangani masalah konfik di selatan thai ini.

Menurut Azim Saleh bahwa Allah SWT je yang boleh selesaikan masalah... tumpu je pada DIA...Insya-Allah. Mungkin apa yang di maksudkan dari Azim Saleh bahwa Umat Melayu Patani perlu lebih kuatkan pendekatan bersama Allah, meminta pertolongan dan berdoa pada NYA. Insyaallah keamanan dan kesejahteraan Umat Melayu Patani akan tercapai. (Moral Mujahid)

Lain pula pandangan Singleman As Sesungguh Allah tidak mengubah nasib satu kaum sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri... menurut tanggapan dari Singleman As menunjukkan nasib penderitaan atas Bangsa Melayu Patani bahwa Umat Melayu Patani yang akan bisa menentukan nasibnya sendiri. Karena sebuah Bangsa itulah yang akan menentu nasib Bangsanya. Sebuah Bangsa perlu sanggup mengurbankan harta, jiwa raga untuk mencapaikan sebuah Bangsa yang aman dan makmur dari atas pehinaan, kezaliman dan ketidakadilan yang sudah sekian lama Bangsa Patani di bawah jajahan kolonialis dan imperialisme Siam. Sebuah piagam PBB mengatakan “Right Of Self Determination: Hak anda untuk menentukan nasib sendiri”.

Dalam hal ini menurut Hamidon Ahmed ooo i see.., Ahmad A. Rahman memberi pandangan jangan harap.....o i see,  juga pandangan Rakyat Derita Aminah Awang oh i see.. dan Indra Pertiwi mrk hanya blh kata ..Oh! I See saja yahhh x pandai buat apa2...   dari semua pandangan ini bisa menguraikan bahwa OIC disamakan O I SEE dalam arti ‘OO Saya Lihat’ atau ‘Oh Saya Nampak’ dalam kata ini bisa menunjukan dari aspek kelemahahan OIC dalam menerapkan kebijakan-kebijakan menagani masalah negara-negara Islam yang melanda konflik, peperangan, penindasan, penjajahan. Karena sampai sekarang negara-negara Islam yang di tindas hanya dapat mendapat suara simpati dari OIC selain ungkapan simpati yang dapat diberikan, namun adakah rasa simpati itu dapat diberikan. Apakah mungkin kehangatan membara dari darah rakyat Melayu Patani Selatan Bangkok, Gaza Palastin, Kasmhir, dan negara Islam lain lagi yang terus megalir darah lewat serangan-serangan tentera rezim Kolonialis dan Impialis dapat di hentikan? Sampai kapan OIC hanya bisa mengamal sikap OO I SEE tanpa tindakan yang kongkrit..? 

Memorandum OIC di Kuala Lumpur pada 01 Oktober 2010, tidak banyak memberi pengertian pada bangsa Melayu Patani yang sudah 2 abad dibawah penjajah rezim Siam dengan ingin menutut sebuah Negara Merdeka yang berdaulat.

Atas Nasib Bangsa Melayu Patani sangat bertiamakasih atas pemerhatian Badan OIC dalam usaha mengadakan memorandum membicarakan atas penderitaan yang menimpa Umat Islam di Selatan Thai. Juga menghimbau kiranya OIC dapat lebih menunjukkan fleksibility melalui engagement yang lebih bersifat konstruktif kepada Rakyat Melayu Patani.

Tetapi di samping memorandum ini, Umat Melayu Patani perlu berhipotesis atau feedback kembali kebenaran, kejujuran dan keiklasan atas Memorandum OIC di Kuala Lumpur kali ini dalam usaha menangani masalah Umat Islam Melayu Patani yang terus bergolak.

Apa pun keputusan dalam memorandum ini nampak lebih memihak kepada Bangkok dan golongan parlimen atau pihak opurtunis yang berusaha untuk berdamai dengan Kerajaan Bangkok yang tidak banyak keputusan memorandum memberi dokongan-dokongan bagi Bangsa Melayu yang sedang berjuang menentukan nasibnya untuk menuntut sebuah kemerdekaan atas bangsanya.

Dalam keputusan Memorandum Kuala Lumpur kali ini ada menyebut dalam ayat(c) yang berbunyi:

“Memantap dan menyatukan objektif tuntutan rakyat Patani dalam usaha penyelesaian politik terhadap masalah mereka. Usaha-usaha tersebut dapat membuka pintu proses perdamaian dengan Kerajaan Bangkok bagi mencapai penyelesaian yang komprehensif, adil yang berkekalan”.

Pembentukan OIC didorong oleh keprihatinan negara-negara Islam atas berbagai masalah yang diahadapi umat Islam. Pada sebelumnya, pembentukan OIC antara lain ditujukan untuk meningkatkan solidariti Islam di antara negara anggota, mengkoordinasikan kerjasama antara negara anggota, mendukung perdamaian dan keamanan internasional, serta melindungi tempat-tempat suci Islam dan membantu perjuangan pembentukan negara Islam yang merdeka dan berdaulat dari penjajah rezim kolonialis.

Apa pun tanggapan dari Memorandum Kuala Lumpur 01 Oktober 2010, entah sama ada atas suara sebuah Kerajaan, Sebuah Republik, Badan Organisasi Internasional, NGO atau suara dari Elit Politik, atau Pengamat dan sebagainya, Nampak kebanyakannya suara yang di berikan itu lebih usaha untuk membantu Kerajaan Bangkok dalam usaha berdamai antar Kerajaan dan Rakyat Melayu Patani yang terus menderita.

Memang Umat Islam Melayu Patani lebih mencintai kedamaian dan keadilan, tetapi rakyat Melayu Patani lebih mencintai kemerdekaan. Karena dengan kemerdekaan Bangsa Patani yang akan melahir kedamaian dan kesejahteraan pada Bangsanya yang hakiki. Berdasarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB juga tercatat bahwa: “Setiap Orang Berhak Atas Semua Hak dan Kebebasan”.

Ternyata semangat OIC belum dapat mengeluarkan Rakyat Melayu Patani daripada jalur-jalur penjajah Thai-Siam.

Akhir sekali, Terima kasih buat Abuyon Artikel, Kudung BaniJawi, Ana Muhasabah, Obenk Mulyadi, Om Dm, Mien Vana's, Afthol Ibnee dan Nasi Kerabu menyukai ini serta ikut turun menyampaikah jempol manis mu.

Dalam hal lain saya berterima kasih sama Duhai Bonda, Azim Saleh, dan Singleman As, yang sudi mengungkapkan pandangan dan tanggapan fenomena ini..

Rupanya, Hamidon Ahmed, Ahmad A. Rahman, Derita Aminah Awang dan Indra Pertiwi masih berkuat dalam pemikiran mengenai penginderaan pada Badan Oo I See.. hee.. terima kasih pada semuanya.. Salam Revolusi.
· · Share
  • 11 people like this.
    • Azim Saleh Kembali kepada kepimpinan aulia'
      10 January at 18:20 ·
    • Major Kamal Badri OIC adalah organisasi yg paling tak berguna.... hanya diperkotak katikkan oleh negara2 Barat...... orang2 Arab sekarang ni tak boleh pakai..... semua gila dunia...... lebih baik orang Melayu Patani berjuang terus menentang Penjajah Siam...
      10 January at 18:23 ·
    • Major Kamal Badri Dulu ada Muammar Gaddafi.... sekarang dah tidur......
      10 January at 18:25 · · 1 personPatani Fakta Dan Opini likes this.
    • Nasi Kerabu terima ksh abb sudi tagged nama sy..:) bagi sy Oisee mampu meyelesaikan konflik d patani jika ianya see n do dan bkn see semata mata..konflik d palestin pun smpai sekarang msh belum selesai..untuk mengatasi penderitaan melayu islam patani, mereka perlu berdoa memohon pertolongan Allah SWT..kalau tidak selama2nya hanya akan oo i see :)
      10 January at 18:32 ·
    • Kamaruddin Kassim
      oo i see ... itulah realitinya yg dikatankan OIC ... betul kata Major Kamal Badri ... orang Patani @ Fathoni sendirilah kena memperkasan diri sendiri dengan kekuatan ilmu dan ekonomi utk bersaing dgn bangsa cina dan siam di Thailand ... jgn... dok harap OIC, kerajaan Aran Islam tak boleh harap sebab penyakit asabiyah @ kabilah cukup kuat ... bangsa dan kabila mereka pun tak dapat disatukan ... jgk nasib Palastine pun mereka tak peduli .. pimpinan negara2 Islam hilang semangat ukhuwah Islam yg telah dibuat oleh Nabi Muhammad saw ... mereka telah tinggal ajar Islam yg dibawa oleh Nabi ..See more
      10 January at 19:11 · · 2 peopleLoading...
    • Jeritan Rakyat
      Peranan OIC dalam dunia peprangan atau Perjuangan utk mendapatkan 'hak bebas', mereka hanya mampu lakukan MOU (Memorandum of Understanding). Coba kita teliti apa pengertian yg sebenar daripada MOU itu.. MOU hanya tidak lebih dari sebuah Sya...ri'at kafir untuk mematikan semangat jihad dalam Islam. Jika berlakukan perselihan antara Negara Kafir antara Negara Islam, MOU sering kali di utamakan, kenapa?? Agar Ummat Islam tidak bangkit menentang dan berjihad. Dan Ummat islam hanya di suruh tunggu dan lihat. Tunggu dan lihat kematian saudara2 di bantai kafir laknatullah. Coba perhatikan hasil yg diperoleh dari MOU, hanyalah harapan dan terus menunggu bertahun-tahun keputusan yg tidak kunjung tiba. Jika adapun keputusan itu pasti tidak akan menyebelahi ummat islam.See more
      10 January at 20:24 · · 1 personIlham Amin likes this.
    • UmmahPatani DarusSalam oic hanya wayang kulit bersediwara untuk suka2 saja hahahahaha
      10 January at 20:50 ·
    • Rakyat Derita Aminah Awang kami sangat derita, ramai orang tak bersalah kena zalim..
      10 January at 21:22 ·
    • Major Kamal Badri Belajarlah dengan Gerakan Acheh Merdeka (GAM)
      10 January at 21:25 ·
    • Jeritan Rakyat Perjuangan di Acheh itu sangat berbeza kondisi dan situasinya jika dibandingkan dgn Patani..! Perjuangan di Aceh itu Islam VS Islam. Dan Punca tercetusnya juga tidak sama
      10 January at 21:29 ·
    • M Saidul Murtado
      jangan belajar dari gerakan aceh merdeka..
      tapi belajar la dari indonesia yg tlah duluan merdeka...
      belajar la dari negara2 islam yg tlah merdeka...
      belajar la persatuan yg sabar n pandai2 la menggunakan kesempatan..
      indonesia merdeka bukan han...ya dari perjuangan saja, tapi mengambil kesempatan dari kekalahan jepang..
      jadi semua itu juga tergantung kepada Pemimpin yg arif bijaksana..
      semoga Allah meridhoi.... Allahu Akbar...^^
      See more
      10 January at 21:32 · · 1 personMuhammad Husin Jamaluddin Solih likes this.
    • Major Kamal Badri
      Perjuangan di Patani lebih mudah berbanding di Acheh:
      1. Orang Melayu Patani adalah penduduk asal
      2. Perjuangan menentang kaum penjajah bukan Islam yg juga merupakan pendatang
      3. Mudah mendapat simpati dari Masyarakat Melayu atas nama kaum Mel...ayu & agama IslamSee more
      10 January at 21:34 · · 1 personM Saidul Murtado likes this.
    • Jeritan Rakyat Jika di indonesia, bukan kemerdekaannya yg hebat tapi jalan perjuangannya yg hebat.! menunjukkan keinginan yg tinggi utk hidup bebas dan mereka juga berjaya menyatukan suara semua rakyat...
      10 January at 21:35 · · 1 personM Saidul Murtado likes this.
    • M Saidul Murtado tetap la berusaha....
      semoga Allah meridhoi...

      semoga Allah merahmati para Pemimpin...
      10 January at 21:38 ·
    • Major Kamal Badri Perjuangan Kemerdekaan Indonesia adalah atas dasar memerdekakan tanah jajahan.... sesuatu persefahaman yg telah diterima di UN. Tapi situasi di Patani bukan tanah jajahan... tapi disatukan (annexed) dgn pemerintahan Thailand...
      10 January at 21:40 ·
    • Jeritan Rakyat Yaaa... semuanya benar tentang pendapat saudara... Tapi bagaimana pula dengan OIC yang coba menyelesaikan masalah Patani dengan Perjanjian Damai atau Memorandum...?
      10 January at 21:44 ·
    • Jeritan Rakyat OIC coba menyelesaikan masalah penuntutan Hak ini melaui titisan tinta tanpa titisan darah..
      10 January at 21:46 ·
    • Major Kamal Badri
      Kaum Melayu Patani perlu bersatu atas nama bangsa Melayu, Bahasa Melayu & Agama Islam. Mereka mesti ada jati diri.... buangkan sikap mengagungkan bahasa Siam.... jadikan ia hanya bahasa komunikasai dgn kaum Siam sahaja.... selainnya kaum Me...layu perlu memartabatkan Bahasa Melayu sebagai simbul perpaduan kaum Melayu...... Kalau dah lupa Bahasa Melayu.... jadikan satu kewajiban untuk belajar... turunkan kpd anak cucu... belajarlah Bahasa Melayu standard....seperti yg digunakan di Malaysia, Indonesia & Brunai.....bukan bahasa daerah Patani......See more
      10 January at 21:49 ·
    • Muhammad Agha Yudha
      akh rohimahulloh kenyataan nya sekarang oic ataw dll masih sangat tunduk pada amerika sangat sulit di harapkan bantuannya bukankah di lagu kebangsaan patani ada yg syairnya "ingat do'a senjata kita"
      akhi memang senjata kita adalah do'a dan p...erjuangan MERDEKA ATAU MATI SYAHID hanya itu pilihan kalian
      @patani fakta dan opini rohimahulloh syukron jazakalloh hu khoir kerana sudah memberika info tentang ummat islam khusunya di patani alloh yu bariik fiik
      See more
      10 January at 22:44 · · 1 personLoading...
    • Ahmad Afiq الكلنتني
      Badan OIC adalah untuk perpaduan ummah sejagat..Tetapi malangnya perananya tiada hasilnya tak seberapa..pertubuhan ini diperhatikan oleh musuh2 islam dan mereka sedaya upaya tidak mahu islam bersatu di bawah pertubuhan serantau dunia ini......
      jadi apakah yang mampu dilakukan? hanya menunggu dan melihat sahaja? atau bagaimana?

      Pentas OIC Tidak akan berhasil selagi:
      "Ummah tiada berusaha bersatu bersamanya,
      Ummah lain sibuk bergolak dengan tindakan sendirian,
      Kesatuan ummah tiada dicapai kata sepakat tidak tercapai"
      Itulah hakikat sebenar Umat ISLAM kini...
      See more
      10 January at 23:34 · · 2 peopleLoading...
    • Nusan Tara Tak ada siapa jewa yang akan dapat menulongkan kita selain dari puak kita sendiri,andanya datang penulong dari mana saja pun tak bulih berhasil sekiranya kita masih di dalam perpecahan kususnya Ahli ahli politik kemerdekaan kalian.
      11 January at 04:24 · · 3 peopleLoading...
    • Rahimee HjYousof O.I.C. or Oh ! I see (always agree with none Muslim).
      11 January at 14:57 ·
    • Ali Bukhari Amir kita ada tak OIC cawangan Kuala Lumpur, OIC cawangan Pattani dsb?

      {Boleh jawab soalan ini di +6014-3233287. Sekian, terima kasih).

      http://spkb77.blogspot.com/ (Sekolah Pemikiran Kg Baru)
      11 January at 15:28 ·
    • Jeritan Rakyat
      Menurut saya, saya merasakan perjumpaan OIC dgn Wakil2 dari Patani kali ini bisa kita katakan satu lagi pintu harapan untuk merdeka telah terbuka.. Karena Wakil dari Patani telah bersatu suara menyatakan keinginan untuk MERDEKA dan bukanlah... OTONOMI.! Selain itu, saya merasakan pihak OIC benar2 bersungguh untuk membantu karena salah satu motif mereka juga kukuh. Ada salah satu sebab yg membuatkan saya fikir ini akan mempunyai harapan adalah karena OIC juga ada menaruh rasa marah dan benci kepada Thailand (Siam). Ini karena salah satu dari anggota mereka telah di bunuh oleh pihak Thailand atas sebab2 yg tertentu.See more
      11 January at 15:35 · · 1 personM Saidul Murtado likes this.
    • M Saidul Murtado
      oic mengharapkan perdamaian...
      tetapi kemerdekaan patani adalah yg lebih utama dari hanya sekedar perdamaian ...
      krna kemerdakaan patani adalah bagian dari kemerdekaan islam, kemerdekaan islam adalah perdamaian yg lebih hakiki...
      tetap berjua...nglah wahai saudara ku...
      jika oic kurang memihak pada melayu patani, tapi ingat Allah selalu memihak pada kalian yg berjuang menegakkan syariat Nya..
      bersabar la dan beristiqomah la...
      insyaAllah kemerdekaan akan datang cepat ataupun lambat.. amiin..
      See more
      11 January at 15:49 ·
    • Satria Sepi apa2 pun yg berlaku kami dari kelantan/kedah yg rapat dengan patani sejak berkurun lama mahu pun yg berjauhan akan tetap menyokong perjuangan patani memerdekakan tanah sendiri
      11 January at 17:24 · · 4 peoplePatani Fakta Dan Opini and 3 others like this.
    • Jandullah Tenteraallah kejadian semua atas usha kita semua bersama dng kurniyaan tuhan..
      naksip rakyat adalah kewajiban kita
      11 January at 20:05 ·
    • Muhammad Husin Jamaluddin Solih Bersatu kerana Allah Taala adalah wajib, bukannya harus, bukannya sunat!....
      12 January at 18:00 · · 2 peopleLoading...
    • Ali Bukhari Amir Jeritan Rakyat, siapa nama petugas OIC yang dibunuh Thailand itu? Atas sebab apa beliau dibunuh?

      Siapa nama pegawai OIC yang berurusan dahulu, kalau2 boleh diajak bincang2 lagi?
      13 January at 01:47 ·
    • Ahmad A. Rahman setuju dengan major kamal
      14 January at 20:39 · · 1 personLoading...
    • Satria Sepi ya betul kata major kamal...jangan biarkan strategi thailand menghapuskan bangsa melayu berjaya...
      14 January at 20:45 · · 1 personLoading...
    • Reza Purwanti percayakan semuanya kepada Allah,Dialah segala dzat yang maha dari segalanya,jangan pernah fihak asing ikut serta di dalamnya....yang dapat membebaskan masalah ini adalah ummat patani sendiri.Doa kami senantiasa menyertai perjuangan kalian.
      18 January at 20:43 ·
    • Ali Bukhari Amir kalau ada rombongan nak jumpa pegawai OIC, harap maklumkan saya di ibnuamir@gmail.com