Abuyon Artikel, Kudung BaniJawi, Ana Muhasabah, Obenk Mulyadi, Om Dm, Mien Vana's, Afthol Ibnee dan Nasi Kerabu menyukai ini
Pandangan dan tanggapan oleh
- Duhai Bonda tidak boleh
- Azim Saleh Allah SWT je yang boleh selesaikan masalah... tumpu je pada DIA...Insya-Allah
- Singleman As Sesungguh Allah tidak mengubah nasib satu kaum sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri...
- Hamidon Ahmed ooo i see
- Abdullah Muhamad Ada tak org yg hendak cabar perjajian tahun 1909 di mahkamah dunia, setia dan sedia membantu.
- Ahmad A. Rahman jangan harap.....o i see
- Rakyat Derita Aminah Awang oh i see..
- Indra Pertiwi mrk hanya blh kata ..Oh! I See saja yahhh x pandai buat apa2...
Memorandum OIC Pada 01 Oktober 2010 di Kuala Lumpur, Dampak Penderitaan Umat Islam BangsaMelayu Patani. Keterbukaan secara langsung oleh badan OIC dalam kasus konflik di Patani Selatan Thailand setelah 6 tahun cetus revolusi bersenjata pada awal tahun 2004, boleh dikatakan buat pertamakali badan OIC membahas pergolokan yang telah mengurban jiwa empat ribuan orang dengan secara terbuka di Kuala Lumpur pada 01 Oktober 2010 baru-baru ini.
Sebelumnya perlu kita memahami piagam-piagam OIC yang mencakupinya:
٭ Memupuk perpaduan di kalangan negara anggota;
٭ Menyelaras kerjasama di kalangan negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, saintifik dan pelbagai bidang lain yang dianggap penting serta mengatur perundingan di kalangan mereka dalam pertubuhan antarabangsa;
٭ Berusaha menghapuskan perbezaan kaum, penindasan dan penjajahan dalam sebarang bentuk;
٭ Mengambil langkah perlu bagi menyokong usaha kearah melahirkan keamanan dan keselamatan berasaskan keadilan;
٭ Meningkatkan perjuangan umat Islam bagi memelihara maruah, kemerdekaan dan hak mereka; dan
٭ Mewujudkan suasana yang mendorong lahirnya kerjasama dan kesefahaman di kalangan negara anggota dan dengan negara lain.
Dengan ini, OIC adakah dapat menyelesaikan 'Penderitaan Umat Islam Melayu Patani'..? menurut pandangan Duhai Bonda degan jawapannya tidak boleh. Mungkin maksud Dubai Bonda dari aspek super power atau kekuasaan oleh badan OIC atau mungkin juga kurang kepercayaan dari OIC dalam menangani masalah konfik di selatan thai ini.
Menurut Azim Saleh bahwa Allah SWT je yang boleh selesaikan masalah... tumpu je pada DIA...Insya-Allah. Mungkin apa yang di maksudkan dari Azim Saleh bahwa Umat Melayu Patani perlu lebih kuatkan pendekatan bersama Allah, meminta pertolongan dan berdoa pada NYA. Insyaallah keamanan dan kesejahteraan Umat Melayu Patani akan tercapai. (Moral Mujahid)
Lain pula pandangan Singleman As Sesungguh Allah tidak mengubah nasib satu kaum sehingga mereka mengubah nasib mereka sendiri... menurut tanggapan dari Singleman As menunjukkan nasib penderitaan atas Bangsa Melayu Patani bahwa Umat Melayu Patani yang akan bisa menentukan nasibnya sendiri. Karena sebuah Bangsa itulah yang akan menentu nasib Bangsanya. Sebuah Bangsa perlu sanggup mengurbankan harta, jiwa raga untuk mencapaikan sebuah Bangsa yang aman dan makmur dari atas pehinaan, kezaliman dan ketidakadilan yang sudah sekian lama Bangsa Patani di bawah jajahan kolonialis dan imperialisme Siam. Sebuah piagam PBB mengatakan “Right Of Self Determination: Hak anda untuk menentukan nasib sendiri”.
Dalam hal ini menurut Hamidon Ahmed ooo i see.., Ahmad A. Rahman memberi pandangan jangan harap.....o i see, juga pandangan Rakyat Derita Aminah Awang oh i see.. dan Indra Pertiwi mrk hanya blh kata ..Oh! I See saja yahhh x pandai buat apa2... dari semua pandangan ini bisa menguraikan bahwa OIC disamakan O I SEE dalam arti ‘OO Saya Lihat’ atau ‘Oh Saya Nampak’ dalam kata ini bisa menunjukan dari aspek kelemahahan OIC dalam menerapkan kebijakan-kebijakan menagani masalah negara-negara Islam yang melanda konflik, peperangan, penindasan, penjajahan. Karena sampai sekarang negara-negara Islam yang di tindas hanya dapat mendapat suara simpati dari OIC selain ungkapan simpati yang dapat diberikan, namun adakah rasa simpati itu dapat diberikan. Apakah mungkin kehangatan membara dari darah rakyat Melayu Patani Selatan Bangkok, Gaza Palastin, Kasmhir, dan negara Islam lain lagi yang terus megalir darah lewat serangan-serangan tentera rezim Kolonialis dan Impialis dapat di hentikan? Sampai kapan OIC hanya bisa mengamal sikap OO I SEE tanpa tindakan yang kongkrit..?
Memorandum OIC di Kuala Lumpur pada 01 Oktober 2010, tidak banyak memberi pengertian pada bangsa Melayu Patani yang sudah 2 abad dibawah penjajah rezim Siam dengan ingin menutut sebuah Negara Merdeka yang berdaulat.
Atas Nasib Bangsa Melayu Patani sangat bertiamakasih atas pemerhatian Badan OIC dalam usaha mengadakan memorandum membicarakan atas penderitaan yang menimpa Umat Islam di Selatan Thai. Juga menghimbau kiranya OIC dapat lebih menunjukkan fleksibility melalui engagement yang lebih bersifat konstruktif kepada Rakyat Melayu Patani.
Tetapi di samping memorandum ini, Umat Melayu Patani perlu berhipotesis atau feedback kembali kebenaran, kejujuran dan keiklasan atas Memorandum OIC di Kuala Lumpur kali ini dalam usaha menangani masalah Umat Islam Melayu Patani yang terus bergolak.
Apa pun keputusan dalam memorandum ini nampak lebih memihak kepada Bangkok dan golongan parlimen atau pihak opurtunis yang berusaha untuk berdamai dengan Kerajaan Bangkok yang tidak banyak keputusan memorandum memberi dokongan-dokongan bagi Bangsa Melayu yang sedang berjuang menentukan nasibnya untuk menuntut sebuah kemerdekaan atas bangsanya.
Dalam keputusan Memorandum Kuala Lumpur kali ini ada menyebut dalam ayat(c) yang berbunyi:
“Memantap dan menyatukan objektif tuntutan rakyat Patani dalam usaha penyelesaian politik terhadap masalah mereka. Usaha-usaha tersebut dapat membuka pintu proses perdamaian dengan Kerajaan Bangkok bagi mencapai penyelesaian yang komprehensif, adil yang berkekalan”.
Pembentukan OIC didorong oleh keprihatinan negara-negara Islam atas berbagai masalah yang diahadapi umat Islam. Pada sebelumnya, pembentukan OIC antara lain ditujukan untuk meningkatkan solidariti Islam di antara negara anggota, mengkoordinasikan kerjasama antara negara anggota, mendukung perdamaian dan keamanan internasional, serta melindungi tempat-tempat suci Islam dan membantu perjuangan pembentukan negara Islam yang merdeka dan berdaulat dari penjajah rezim kolonialis.
Apa pun tanggapan dari Memorandum Kuala Lumpur 01 Oktober 2010, entah sama ada atas suara sebuah Kerajaan, Sebuah Republik, Badan Organisasi Internasional, NGO atau suara dari Elit Politik, atau Pengamat dan sebagainya, Nampak kebanyakannya suara yang di berikan itu lebih usaha untuk membantu Kerajaan Bangkok dalam usaha berdamai antar Kerajaan dan Rakyat Melayu Patani yang terus menderita.
Memang Umat Islam Melayu Patani lebih mencintai kedamaian dan keadilan, tetapi rakyat Melayu Patani lebih mencintai kemerdekaan. Karena dengan kemerdekaan Bangsa Patani yang akan melahir kedamaian dan kesejahteraan pada Bangsanya yang hakiki. Berdasarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB juga tercatat bahwa: “Setiap Orang Berhak Atas Semua Hak dan Kebebasan”.
Ternyata semangat OIC belum dapat mengeluarkan Rakyat Melayu Patani daripada jalur-jalur penjajah Thai-Siam.
Akhir sekali, Terima kasih buat Abuyon Artikel, Kudung BaniJawi, Ana Muhasabah, Obenk Mulyadi, Om Dm, Mien Vana's, Afthol Ibnee dan Nasi Kerabu menyukai ini serta ikut turun menyampaikah jempol manis mu.
Dalam hal lain saya berterima kasih sama Duhai Bonda, Azim Saleh, dan Singleman As, yang sudi mengungkapkan pandangan dan tanggapan fenomena ini..
Rupanya, Hamidon Ahmed, Ahmad A. Rahman, Derita Aminah Awang dan Indra Pertiwi masih berkuat dalam pemikiran mengenai penginderaan pada Badan Oo I See.. hee.. terima kasih pada semuanya.. Salam Revolusi.